WHO belum memiliki data yang berisi tentang tingkat keparahan XBB.1.5.

  1. WHO sebut Omicron XBB.1.5 jadi varian paling menular
    who.int
    Sejak muncul pada akhir tahun 2019, Covid-19 hingga kini masih ada di seluruh dunia. Varian dari virus ini terus bermutasi dan menyebar ke berbagai negara di dunia. Kini, varian dari Covid-19 yang muncul ialah XBB.1.5.

Melalui konferensi pers di Jenewa, Rabu (4/1/2023), WHO menjelaskan bahwa virus ini merupakan varian paling menular yang sudah terdeteksi. Tidak hanya memberikan peringatan, WHO pun menjelaskan alasannya.

« (Omicron XBB.1.5) adalah subvarian yang paling menular yang telah terdeteksi, » ujar Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis Covid-19 dari WHO.

« Alasan untuk ini adalah mutasi yang ada di dalam subvarian Omicron ini yang memungkinkan virus ini menempel pada sel dan bereplikasi dengan mudah, » sambungnya.

  1. Varian baru dominasi kasus Covid-19 di Amerika Serikat
    Pexels/Markus Spiske
    Terpantau, jumlah kasus Covid-19 varian tersebut diketahui telah berlipat ganda selama dua minggu di Amerika Serikat. Dalam 1 bulan, XBB.1.5 telah mendominasi 40 persen kasus Covid-19 di negara tersebut. Walau demikian, tidak menyebabkan kenaikan kematian.

Di sisi lain, ketika XBB.1.5 mulai menyebar dengan situs slot deposit dana cepat di Amerika, China juga dikabarkan tengah berjuang melawan lonjakan kasus dan rawat inap setelah mengabaikan kebijakan nol-Covid sebagai tanggapan atas kerusuhan sosial akhir tahun lalu.

  1. Meski paling menular, Omicron XBB.1.5 tidak membuat sakit parah
    Pexels/Anna Shvets
    Meski Omicron XBB.1.5 yang saat ini mendominasi kasus baru di Negeri Paman Sam adalah versi Covid-19 yang paling menular, tampaknya virus ini tidak membuat orang sakit parah.

Maria menjelaskan, WHO belum memiliki data yang berisi tentang tingkat keparahan XBB.1.5. Untuk saat ini, tidak ada indikasi yang menunjukkan bahwa virus ini membuat orang lebih sakit daripada varian Omicron sebelumnya.

Kelompok penasihat WHO yang melacak varian Covid-19 ini kabarnya sedang melakukan penilaian risiko terhadap XBB.1.5 yang akan diterbitkan dalam beberapa hari mendatang.

« Semakin banyak virus ini beredar, semakin banyak peluang untuk berubah. Kami memperkirakan gelombang infeksi lebih lanjut di seluruh dunia, tetapi itu tidak harus diterjemahkan menjadi gelombang kematian lebih lanjut karena tindakan pencegahan kami terus berhasil, » kata Maria.